Cara Berkembang Biak Lumba-Lumba

Lumba-lumba merupakan hewan mamalia yang hidup di laut. Sebagaimana mamalia lainnya, lumba-lumba mempunyai karakteristik seperti memerlukan udara untuk bernapas, berdarah hangat, dan mengandung di dalam perut. Lumba-lumba biasanya beranak satu anak setiap 1 samapi 6 tahun sekali. Cara berkembang biak lumba-lumba adalah dengan beranak (vivipar).

Lumba-lumba adalah hewan yang cerdas dan sosial. Hal ini ternyata ikut memengaruhi kehidupan reproduksinya. Ilmuwan mempercayai bahwa lumba-lumba berkomunikasi dan memilih pasangan bukan hanya untuk berlindung dan mengumpulkan makanan, tetapi juga untuk mencari pasangan.

Reproduksi lumba-lumba sangat berbeda dari hewan air lainnya seperti ikan maupun amfibi. Ikan dan amfibi menghasilkan keturunan dengan cara bertelur sehingga ikatan antara induk dan anak kurang signifikan. Selain itu, berbeda dengan lumba-lumba, ikan dan amfibi tidak memberi makan anaknya melalui tali pusar.

Proses Pembuahan pada Lumba-Lumba

Lumba-lumba betina cenderung mencapai kematangan seksualnya pada usia 5 hingga 11 tahun. Sedangkan lumba-lumba jantan pada usia 7 hingga 14 tahun. Namun, usia ini bervariasi berdasarkan lokasi geografis di mana mereka berada.

Lumba-lumba bukan hewan monogami, ia aktif secara seksual. Lumba-lumba dapat mempunyai banyak pasangan selama hidupnya. Selama masa kawin, lumba-lumba jantan akan bertarung satu sama lain. Bahkan lumba-lumba jantan akan menjadi sangat agresif antar satu sama lain pada masa-masa ini.

Dalam beberapa kasus sang jantan akan menjaga lumba-lumba betina agar tidak dibuahi pejantan lain. Namun, dalam kelompok yang kurang kompetitif, sang pejantan akan mencoba menarik perhatian betina dengan berbagai cara. Biasanya pejantan akan menggunakan tampilan fisik, membuat suara, dan memberikan hadiah kepada betina.

Tidak seperti mamalia laut lainnya, lumba-lumba tidak hanya kawin pada masa kawin. Mereka dapat kawin kapanpun dan beberapa melakukan kawin hanya untuk mencari kesenangan.

Lumba-lumba berkembang biak dengan cara bersanggama perut ke perut. Lumba-lumba hidung botol bersanggama seperti membuat formasi T. Lumba-lumba jantan biasanya menghampiri betina ke daerah perut atau panggul. Jika betina terbuka untuk kawin, lumba-lumba betina akan membiarkan pejantan melanjutkan. Proses ini berjalan dengan cepat dan dapat bertahan selama 60 detik.

Perut lumba-lumba akan bersentuhan langsung ketika mereka kawin. Lumba-lumba tidak berhenti bergerak ketika bersanggama. Setelah lumba-lumba betina dan jantan kawin, mereka akan berpisah.

Periode rata-rata untuk lumba-lumba dari mulai membuahi sampai dengan beranak dapat bervariasi tergantung spesies, mulai dari 9 bulan hingga 17 bulan. Bagi lumba-lumba hidung botol rata-rata dapat melahirkan ketika telah mencapai 12 bulan.

Proses Menyusui Setelah Beranak

Anatomi tubuh lumba-lumba berbeda dari mamalia darat. Mamalia darat seperti kucing atau sapi mempunyai puting yang menonjol sehingga memudahkan anaknya saat menyusui. Lumba-lumba mempunyai bentuk yang berbeda, yakni berada di dalam celah kelenjar di perutnya. Hal ini karena proses evolusi mengharuskan lumba-lumba tetap ramping untuk memudahkannya berenang di air.

Lumba-lumba betina mempunyai dua puting susu terbalik di dalam kelenjar di dekat perutnya. Anak lumba-lumba yang ingin menyusui akan memasukkan paruhnya ke dalam celah kelenjar tersebut. Dalam posisi ini, anak lumba-lumba mengunci puting induknya agar aman dari air. Rangsangan ini akan membuat induknya mengeluarkan susu dan mengontrol alirannya langsung ke mulut anaknya.

Proses memberikan susu berlangsung lebih cepat dari mamalia darat karena pada titik tertentu lumba-lumba harus menghirup udara. Maka dari itu, susu lumba-lumba kaya akan nutrisi dan lebih berlemak dibandingkan susu mamalia darat.

Ketika menyusui, induk lumba-lumba memudahkan anaknya menyusu dengan memiringkan tubuhnya. Hal ini terjadi selama beberapa minggu di awal kehidupan anak lumba-lumba. Namun, setelah beberapa saat, anak lumba-lumba akan belajar untuk menyusui ketika induknya berenang meskipun induknya tetap harus memperlambat renangnya.

Seperti mamalia pada umumnya, proses menyusui dipercaya oleh para ilmuwan sebagai proses penting dalam kehidupan sang anak. Dalam proses ini juga akan membangun ikatan kuat antara induk dan anak lumba-lumba. Induk lumba-lumba merawat anaknya hingga berumur 11 hingga 48 bulan. Setelah itu, anak lumba-lumba masih bersama induknya hingga berumur 8 tahun.

Cara berkembang biak lumba-lumba yang unik membuat para ilmuwan terus meneliti hewan cerdas ini. Termasuk bagaimana mereka menggunakan kecerdasan dan kemampuan sosialnya dalam proses kembang biak ini.

Leave a Comment